Ilmunyaberada di dalam jiwa manusia berasal dari Allah tanpa perantara. Ibn 'Ajibah pada kitab tafsir Al-Bahr al-Madid juga menjelaskan bahwa 'Ilmu al-Ladunni merupakan ilmu yang mengalir ke dalam kalbu seseorang tanpa harus diusahakan dan tanpa dipelajari. Imam Al Gazali dalam kitab Majmu'at Rasa'il dan Risalah Al-Ladunniyyah
Jikailmu orang yang paling tinggi dibandingkan dengan ilmu Allah, menjadi uncomparable, bahkan bisa diabaikan," terangnya. Selanjutnya, Allah bertanya, "Mana yang lebih baik hukumnya dibandingkan hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" Ini karena Allah yang Mahatahu seperti apa hakikat manusia secara fisik dan nonfisik, termasuk
Kitatahu bahwa Allah SWT lah yang menciptakan segala sesuatunya dan membuat kita masih hidup sampai sekarang. Jadi kita harus semakin yakin dan bersyukur kepada Allah. 2. Menambah Ketaatan. Dengan beriman kepada Allah dapat menjadikan acuan untuk taat menjalani perintah Allah dan menjauhi laranganya sehingga hati kAllah. 3. Menentramkan Hati
Makaberhusnudzan kepada Allah ta'ala untuk meraih kemenangan, meraih kesuksesan, keselamatan dan kemuliaan di dunia sebelum di akhirat. Di dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata " Rasulullah ๏ทบ bersabda, Allah ta'ala berfirman 'Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku pada-Ku' ".
. Ilmu al yaqin Ilmu yaqin adalah keyakinan akan keberadaan Allah swt berdasar ilmu pengetahuan tentang sebab akibat atau melalui hukum kausalita, seperti keyakinan dari para ahli ilmu kalam. Misalnya apa saja yang ada di alam semesta ini adalah sebagai akibat dari sebab yang telah ada sebelumnya. Sedangkan sebab yang telah ada sebelumnya yang juga merupakan akibat dari sebab yang sebelumnya lagi, sehingga sampai pada satu sebab yang tidak diakibatkan oleh sesuatu sebab, yang disebabkan penyebab pertama atau causa prima. Dan itulah Tuhan. Ainu al yaqin Ainul yaqin adalah keyakinan yang dialami oleh orang yang telah melewati tahap pertama, yaitu ilmu al yaqin , sehingga setiap kali dia melihat sesuatu kejadian, tanpa melalui proses sebab akibat lagi dia langsung meyakini akan wujud Allah; sebagaimana ucapan Sayyidina Abu Bakar As Siddiq ra. ๏ปฃู๏บ ๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บทู๏ปดู๏บู๏บ ๏บู๏ปปูู ๏ปญู๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บ๏ป๏ป ๏ปชู ๏ปู๏ปดู๏ปชู โTiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah pada sesuatu tersebutโ Ucapan Sayyidina Umar bin Khattab ra. ๏ปฃู๏บ ๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บทู๏ปดู๏บู ๏บู๏ปปูู ๏ปญู๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บ๏ป๏ป ๏ปชู ๏ปู๏บู๏ป ู๏ปชู โTiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah sebelumnyaโ Ucapan Sayyidina Usman bin Affan ra. ๏ปฃู๏บ ๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บทู๏ปดู๏บู๏บ ๏บู๏ปปูู ๏ปญู๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บ๏ป๏ป ๏ปชู ๏บู๏ปู๏บชู๏ปฉู . โTiadalah aku melihat sesuatu, keculai aku melihat Allah sesudahnyaโ. Ucapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. ๏ปฃู๏บ ๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บทู๏ปดู๏บู๏บ ๏บู๏ปปูู ๏ปญู๏บญู๏บู๏ปณู๏บู ๏บ๏ป๏ป ๏ปชู ๏ปฃู๏ปู๏ปชู โTiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah beserta sesuatu tersebutโ. Haqqul yaqin Haqqul yaqin adalah keyakinan dimiliki oleh orang yang telah menyadari bahwa alam semesta ini pada hakekatnya adalah bayangan dari Penciptanya, sehingga dia dapat merasakan wujud yang sejati itu hanyalah Allah, sedangkan lainnya hanyalah bukti dari wujud yang sejati tersebut, yaitu Allah swt.
Orang-orang musyrik yang mencari Rasulullah telah sampai di goa Tsur. Tempat Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersama sahabat beliau Abu Bakar Radhiyallahu Anhu bersembunyi sebelum hijrah ke Madinah. Sekiranya mereka melongokkan wajah ke dalam goa, tentu Rasulullah akan kelihatan. Saat itulah Abu Bakar sangat cemas memikirkan keselamatan Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam. Namun dengan tenang Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda ู
ูุง ุธูููููู ุจูุงุซููููููู ุงูููููู ุซูุงููุซูููู
ูุง ุ ูุงู ุชูุญูุฒููู ุ ุฅูููู ุงูููููู ู
ูุนูููุง โBagaimana persangkaanmu dengan dua orang sedangkan yang ke tiganya adalah Allah, jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.โ Itulah keyakinan yang menghujam dalam jiwa Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam. Sehingga meskipun keadaan demikian genting, beliau tetap yakin dengan pertolongan Allah. Yakin merupakan pilar keimanan. Bahkan yakin inti keimanan. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, โKedudukan yakin dalam keimanan adalah seperti kedudukan ruh bagi jasad.โ Yakin termasuk pemberian yang paling berharga di dunia ini. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan sahabat Abu Bakar Radhiyallahu Anhu ููุง ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุ ุฅูููู ุงููุงุณ ููู
ู ููุนูุทูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุฎูููุฑูุง ู
ููู ุงููููููููู ุ ููุงููู
ูุนูุงููุงุฉู ุ ููุณููููููู
ูุง ุงูููู ุ ุนูุฒูู ููุฌูููู.ุฃุฎุฑุฌู ุฃุญู
ุฏ 1/838 โWahai manusia sesungguhnya manusia tidak diberi di dunia ini sesuatu yang lebih baik daripada yakin dan keselamatan. Maka mintalah kedua hal tersebut kepada Allah.โ HR. Ahmad, dhaif. Karakter Orang yang Memiliki Keyakinan Yakin dengan Perkara Ghaib Perkara ghoib yaitu yang tidak terindera, seperti kematian, siksa atau nikmat kubur, dan jannah serta neraka. Orang yang yakin sangat kuat keyakinannya dengan hal-hal ghaib ini sehingga mereka bersemangat untuk mengejar ridha Allah dan jannah-Nya. Allah berfirman artinya โKitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab Al Quran yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.โ Al Baqarah 1-4. Keyakinan yang kuat ini menjadikan Umair bin Hammam Radhiyallahu Anhu saat perang Badar tidak mau berlama-lama menikmati kurma perbekalannya. Saat Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam menyeru kepada para sahabatnya โBangkitlah menuju jannah yang seluas langit dan bumi.โ Umair bin Humam berkata, โYa Rasulallah, Jannah seluas langit dan bumi?โ Beliau menjawab, โYa.โ Umair Radhiyallahu Anhu berkata, โBakh.. bakh.โ Rasulullah bertanya, โApa yang membuatmu berkata bakh..bakh?โ Umair berkata, โTidak ya Rasulullah, kecuali saya berharap bisa menjadi penghuninya.โ Beliau Shallahu Alaihi Wasallam bersabda, โEngkau termasuk salah satu penghuninya.โ Maka Umair bin Humam Radhiyallahu Anhu pun mengeluarkan kormanya dan memakan sebagiannya. Kemudian beliau berkata, โJika harus memakan korma-korma ini tentu kehidupan yang terlalu lama.โ Kemudian beliau maju berperang sampai terbunuh, rahimahullah, semoga Allah merahmatinya. Diriwayatkan oleh Ahmad. Dan kisah kisah semisal begitu banyak dalam kehidupan salaf karena kuatnya keyakinan mereka dengan hal yang ghaib. Yakin dengan Rizki dari Allah Ahlu yakin adalah orang yang telah terpateri dalam dirinya bahwa rizki telah terbagi. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada istri beliau, Ummu Habibah Radhiyallahu Anha ููุฏู ุณูุฃูููุชู ุงูููููู ูุขุฌูุงูู ู
ูุถูุฑููุจูุฉู ููุฃููููุงู
ู ู
ูุนูุฏููุฏูุฉู ููุฃูุฑูุฒูุงูู ู
ูููุณููู
ูุฉู ูููู ููุนูุฌูููู ุดูููุฆูุง ููุจููู ุญูููููู ุฃููู ููุคูุฎููุฑู ุดูููุฆูุง ุนููู ุญูููููู โEngkau telah meminta kepada Allah jatah ajal yang telah ditentukan, hari hari usia yang telah dipastikan, dan rizki yang telah dibagikan. Semua itu tidak akan disegerakan sebelum datang masanya dan juga tidak akan diakhirkan setelah datang masanya.โ Shahih Muslim. Bagus sekali perkataan penyair sebagai bahan renungan ุชูููููููุชู ูููู ุฑูุฒูููู ุนูููู ุงูููู ุฎูุงููููู **** ููุฃูููููููุชู ุฃูููู ุงูููู ููุง ุดูููู ุฑูุงุฒูููู ููู
ูุง ูููููููู ู
ููู ุฑูุฒูููู ููููููุณู ููููููุชูููู **** ูููููู ููุงูู ููู ููุงุนู ุงูุจูุญูุงุฑู ุงูุนูููุงู
ููู ุณูููุฃูุชูู ุจููู ุงูููู ุงููุนูุธูููู
ู ุจูููุถููููู **** ูููููู ููู
ู ูููููู ู
ููููู ุงูููุณูุงูู ุจูููุงุทููู ูููููู ุฃูููู ุดูููุกู ุชูุฐูููุจู ุงูููููุณู ุญูุณูุฑูุฉ **** ููููุฏู ููุณููู
ู ุงูุฑููุญูู
ููู ุฑูุฒููู ุงููุฎูููุงุฆููู Saya bertawakkal kepada Penciptaku dalam masalah rizkiku Dan saya tidak ragu sedikitpun bahwa Allah lah yang akan memberi rizki kepadaku Apa yang menjadi jatah rizkiku tidak mungkin terlepas dariku Meskipun ia berada di kedalaman lautan Allah Yang Maha Agung dengan keutamaannya akan mendatangkannya untukku Meskipun sekiranya lisankutidak bisa berbicara Lalu mengapa jiwa harus merasa gelisah Padahal Ar Rahman telah membagi rizki seluruh makhluk. Yakin dengan Al Qurโan sebagai Panduan Kehidupan Allah berfirman ููุฌูุนูููููุง ู
ูููููู
ู ุฃูุฆูู
ููุฉู ููููุฏูููู ุจูุฃูู
ูุฑูููุง ููู
ููุง ุตูุจูุฑููุง ููููุงูููุง ุจูุขููุงุชูููุง ูููููููููู ุณูุฑุฉ ุงูุณุฌุฏุฉ 24 . โDan kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan urusan kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin dengan ayat ayat kami.โ As Sajdah 24. Orang beriman yang hatinya dipenuhi keimanan akan mensikapi Al Qurโan bukan sekedar untuk bacaan saja. Melainkan sebagai panduan kehidupan. Apapun urusannya rujukannya adalah kitabullah dan diperjelas dengan sunnah Rasulullah n. Terhadap perintah-perintah Allah mereka bagaikan prajurit mendengar perintah komandannya. Kata yang muncul adalah kami mendengar dan kami patuh. Mereka berusaha kuat untuk merealisasikan ayat dalam ranah kehidupan. Mereka benar-benar yakin dengan firman-Nya โKebenaran datangnya dari Rabbmu maka janganlah sekali kali kalian menjadi golongan orang yang ragu ragu.โ Al Baqarah 147. Yakin hanya Allah yang Dapat Memberi Manfaat dan Bahaya Keyakinan ini terbina dari taujih rabbani dan taujih Rasulullah, sehingga menancap dalam relung hati bahwa tidak ada yang bisa memberi manfaat dan bahaya kecuali atas kehendak dan kekuasaan Allah. Firman-Nya ููุฅููู ููู
ูุณูุณููู ุงูููููู ุจูุถูุฑูู ููููุง ููุงุดููู ูููู ุฅููููุง ูููู ููุฅููู ููุฑูุฏููู ุจูุฎูููุฑู ููููุง ุฑูุงุฏูู ููููุถููููู ููุตููุจู ุจููู ู
ููู ููุดูุงุกู ู
ููู ุนูุจูุงุฏููู ูููููู ุงููุบููููุฑู ุงูุฑููุญููู
ู ุณูุฑุฉ ูููุณ 107. โJika Allah menimpakan bahaya kepadamu maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Allah menghendaki kebaikan padamu maka tidak ada yang bisa menghalangi karunia-Nya, yang akan menimpa kepada siapa saja dari hamba-Nya yang Dia kehendaki sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.โ Yunus107. Demikian pula Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda ููุงุนูููู
ู ุฃูููู ุงูุฃูู
ููุฉู ูููู ุงุฌูุชูู
ูุนูุชู ุนูููู ุฃููู ููููููุนูููู ุจูุดูููุกู ููู
ู ููููููุนูููู ุฅููุงูู ุจูุดูููุกู ููุฏู ููุชูุจููู ุงูููููู ูููู ูููููู ุงุฌูุชูู
ูุนููุง ุนูููู ุฃููู ููุถูุฑููููู ุจูุดูููุกู ููู
ู ููุถูุฑููููู ุฅููุงูู ุจูุดูููุกู ููุฏู ููุชูุจููู ุงูููููู ุนููููููู โKetahuilah bahwa sekiranya ummat berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, tidak mungkin mereka mampu memberi manfaat kepadamu kecuali sesuai dengan apa yang ditakdirkan padamu. Dan sekiranya mereka berkumpul untuk memberikan bahaya kepadamu, maka mereka tidak mungkin bisa membahayakanmu kecuali sesuai dengan apa yang ditakdirkan untukmu.โ Sunan At Tirmidzi. Keyakinan yang kuat bahwa manfaat dan bahaya hanya terjadi atas takdir Allah, membuat seseorang menjadi tenang dalam kehidupannya. Ibnu Masโud Radhiyallahu Anhu berkata ุงูุฑููุถูุง ุฃููู ููุง ุชูุฑูุถููู ุงููููุงุณู ุจูุณูุฎูุทู ุงููููุ ููููุง ุชูุญูู
ูุฏู ุฃูุญูุฏูุง ุนูููู ุฑูุฒููู ุงููููุ ููููุง ุชูููู
ู ุฃูุญูุฏูุง ุนูููู ู
ูุง ููู
ู ููุคูุชููู ุงููููุ ููุฅูููู ุงูุฑููุฒููู ููุง ููุณูููููู ุญูุฑูุตู ุญูุฑููุตูุ ููููุง ููุฑูุฏูููู ููุฑูุงููููุฉู ููุงุฑูููุ ููุงูููู ุจูููุณูุทููู ููุนูููู
ููู ุฌูุนููู ุงูุฑููููุญู ููุงููููุฑูุญู ููู ุงููููููููู ููุงูุฑููุถูุงุ ููุฌูุนููู ุงููููู
ูู ููุงููุญูุฒููู ููู ุงูุดููููู ููุงูุณููุฎูุทู ุดุนุจ ุงูุฅูู
ุงู , ููุจูููู 1/384. โRidha yaitu engkau tidak mencari ridha manusia dengan mengundang kemurkaan Allah. Dan engkau tidak memuji seorangpun atas rizki pemberian Allah dan tidak mencela seorangpun atas sesuatu yang belum Allah berikan kepadamu. Sesungguhnya rizki itu tidak mesti Dia berikan kepada orang ingin sekali mendapatkannya. Dan tidak terhalang dari orang yang tidak menghendakinya. Allah dengan keadilan dan ilmunya menjadikan ketenangan dan kegembiraan pada sifat yakin dan ridha, dan menjadikan kegundahan dan kesedihan dalam keraguan dan kemarahan terhadap takdir.โ Syuโabul Iman, Al Baihaqi. Yakin dan Siap Menghadapi Hidup setelah Mati Mereka adalah orang yang relung hatinya dipenuhi keyakinan bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara. Bahwa mereka akan segera menuju kematian kemudian menghadapi alam barzakh dan alam akhirat. Semua amal di dunia akan dihisab Sang Pencipta. Keyakinan yang menguat inilah yang menjadikan arah hidup mereka di dunia jelas. Mereka sibuk beramal shalih untuk bekal kehidupan setelah mati, bukan menghabiskan waktunya untuk meramaikan kemegahan dunia. Potensi kehidupan yang mereka miliki tidak segan-segan dikorbankan untuk Allah demi meraih ridha dan jannah-Nya. Contoh nyata efek keyakinan terhadap hari akhir adalah seperti yang terjadi pada para penyihir Firโaun yang telah bertaubat. Allah berfirman artinya Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata โKami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musaโ. Berkata Firโaun โApakah kamu telah beriman kepadanya Musa sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanyaโ. Mereka berkata โKami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata mukjizat, yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.โ Thaha 71-72. Orang-orang yang di dunia yakin inilah yang di akherat meraih keberuntungan. Firman-Nya artinya โAdapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata โAmbillah, bacalah kitabku iniโ. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai.โ Thaha19-21. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang orang yang yakin, sebagai bukti keimanan kita. Wallahu aโlam bish shawwab.
By Selasa, 08 Maret 2022 pukul 958 amTerakhir diperbaharui Jumat, 11 Maret 2022 pukul 345 pmTautan Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, pada Kamis, 29 Rajab 1443 H / 3 Maret 2022 M. Kajian sebelumnya Ilmu Menyampaikan Kepada Keindahan Islam dan Kemanisan Iman Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Menghantarkan Pada Keyakinan Ilmu apabila semakin kita dalami, maka akan semakin membawa kita kepada tingkat keyakinan. Sehingga orang-orang yang mendalam ilmunya akan menyaksikan janji Allah Subhanahu wa Taโala tentang kemuliaan/kenikmatan yang Allah siapkan bagi hamba-hambaNya yang bertakwa. Dia menyaksikannya dari balik hijab dunia yang jika hijab ini hilang maka dia yakin akan bisa menyaksikan kemuliaan tersebut langsung dengan mata kepalanya. Tingkatan ini adalah awal dari tingkatan-tingkatan keyakinan. Yaitu tingkatan dia mengetahui dan meyakini sesuatu. Di dalam Al-Qurโan Allah Subhanahu wa Taโala menyebutkan yakinโ itu dengan beberapa nama yang menunjukkan tingkatannya. Ada yang namanya ilmul yaqin, ainul yaqin, ada haqqul yaqin. Ilmul yaqin adalah yang dirasakan oleh orang-orang berilmu dengan hijab dunia mereka bisa melihat dengan keyakinan pada mata hatinya kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Taโala sediakan bagi orang-orang yang beriman. Kedudukan ini adalah awal dari tingkat-tingkatan yakin. Yaitu tersingkapnya sesuatu pada hati manusia. Sesuatu yang dikabarkan bisa dilihat oleh hati manusia. Ainul yaqin adalah tingkatan yang lebih tinggi lagi. Seolah-olah dia bisa melihat dengan matanya. Haqqul yaqin adalah tingkatan yang paling tinggi. Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang sebenar-benarnya keyakinan. Yaitu merasakan langsung sesuatu itu dengan sempurna. Semakin tinggi seseorang mencapai tingkatan ini berarti dia semakin kuat keyakinannya, maka semakin yakin dia dengan janji-janji yang Allah Subhanahu wa Taโala janjikan dalam ayat-ayat Al-Qurโan dan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Semua ini adalah buah dari ilmu yang bermanfaat ketika telah merasuk ke dalam hati manusia, tentu dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Taโala. Contoh-contoh tingkatan yakin Contoh ilmul yaqin. Misalnya seseorang memberitakan kepada kita bahwa ada pantai yang airnya jernih, sejuk dan benar-benar menyenangkan kalau kita berenang di sana. Ini adalah berita yang bisa diyakini karena orang yang menyampaikannya terpercaya dan pernah merasakan langsung. Contoh ainul yaqin. Yaitu seperti orang yang menyaksikan langsung air tersebut. Misalnya suatu saat kita berkesempatan lewat di pantai itu. Dan kita menyaksikan memang jernih dan indah. Contoh haqqul yaqin. Yaitu seperti orang yang minum darinya, sehingga dia langsung merasakannya. Ketiganya adalah yakin. Tapi keyakinan yang pertama tentu dibawah keyakinan yang kedua, apalagi yang ketiga. Subhanallah.. Kalau mencapai tingkatan ini, benar-benar seseorang ketika hidup di dunia akan menganggap dunia tidak ada arti baginya. Hal ini karena dia telah meyakini bagaimana nikmatnya surga seolah-olah dia menyaksikan/merasakannya langsung. Maka wajar mereka-mereka ini menjadi orang-orang yang selalu bersemangat berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan, selalu berusaha untuk mengisi waktunya hanya dengan hal-hal yang mendukung keimanan di hati mereka. Tanda-tanda orang yang telah meraih kedudukan ini adalah akan merasakan kelapangan di dadanya untuk menelusuri tahapan-tahapan perjalanan iman, dia akan merasakan kelapangan dan keluasan di dadanya, ketenangan di hatinya terhadap perintah Allah, dan selalu kembali untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Taโala, mencintainya, bergembira ketika berjumpa dengannya, serta menjauhkan diri dari kecintaan terhadap dunia dan perhiasannya. Makanya orang yang belajar ilmu agama Allah Subhanahu wa Taโala pasti akan menjadikan dia cinta kepada akhirat dan menjauhi sikap berlebih-lebihan dalam urusan dunia. Kesimpulannya bahwa yang bisa membawa hati untuk bisa merasakan hakikat iman, menjadikannya merasakan mudah hal-hal yang dianggap berat oleh orang lain, atau menjadikannya merasa gembira dengan hal-hal yang ditakuti oleh selainnya, itulah ilmu yang sempurna dan kecintaan kepada Islam yang murni. Sementara yang namanya kecintaan mengikuti ilmu, cinta akan semakin kuat dengan kuatnya ilmu. Sebagaimana dia akan semakin lemah dengan semakin lemahnya ilmu. Dan orang yang mencintai kekasihnya tidak akan merasakan berat menempuh jalan yang akan menyampaikan dia kepada kekasihnya, dan dia tidak akan merasa takut ketika menempuh jalan tersebut. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini.. Download MP3 Kajian Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Mari turut membagikan link download kajian โIlmu Menghantarkan Pada Keyakinanโ yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui Telegram Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui Facebook
Disebut yaqin, yakin atau percaya, apabila keyakinan itu tidak mengandung sedikit pun keraguan. Kalau masih ada sedikit keraguan, maka disebut zhann dugaan. Kalau masih setengah-setengah, disebut syakk 50-50. Dan kalau lebih banyak ragunya, disebut wahm. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam Kitab al-Qamus al-Muhith ุงููููู ุฅุฒุงุญุฉ ุงูุดู โYakin yaitu hilangnya keraguan.โ Dan dalam Kitab at-Taโrifat oleh Imam al-Jurjani ุงููููู ุชุญููู ุงูุชุตุฏูู ุจุงูุบูุจ ุจุฅุฒุงูุฉ ูู ุดู ูุฑูุจ โYakin yaitu benar-benar percaya kepada hal-hal yang ghaib dengan dihilangkannya sikap ragu-ragu.โ Namun demikian, orang yakin itu tidak sama, meskipun sama-sama yakin tanpa adanya keraguan sedikit pun. Jadi orang percaya atau yakin itu bertingkat-tingkat. Seperti istilah susu sapi asli. Meskipun sama-sama asli, namun beda kualitasnya. Demikian pula madu. Meskipun asli tanpa campuran apapun, namun seringkali berbeda kualitasnya antara madu yang satu dengan madu yang lain. Berangkat dari sinilah kemudian ada istilah ilmul yaqin, ainul yaqin dan haqqul yaqin. Sama-sama yaqin, namun beda kualitasnya. Baca Juga Memahami Makna Syariat, Thariqat, Hakekat, Makrifat *** Pengertian Ilmu pengetahuan yang sudah tersusun secara rapi dan sistematis. Lawannya jahil atau jahalah, artinya bodoh atau kebodohan. Ain mata. Alat untuk melihat dan mengkonfirmasi berita yang diperoleh sebelumnya. Haqq kebenaran yang sejati. Puncak dari ilmu yang sudah dikonfirmasi dan dirasakan sendiri. 1. Ilmul Yaqin Ilmul Yaqin keyakinan yang kita peroleh berdasarkan informasi yang kita percayai kebenarannya, meskipun kita belum pernah melihat dan membuktikannya sendiri. ุนูู
ุงููููู ูู ู
ุง ุนูู
ู ุจุงูุณู
ุงุน ูุงูุฎุจุฑ ูุงูููุงุณ ูุงููุธุฑ โIlmul Yaqin yaitu Semua yang diperoleh melalui pendengaran, pengabaran, analogi dan penalaran logika.โ 2. Ainul Yaqin Ainul Yaqin keyakinan yang kita peroleh berdasarkan kenyataan yang pernah kita lihat sendiri. ุนูู ุงููููู ูู ู
ุง ุดุงูุฏู ูุนุงููู ุจุงูุจุตุฑ โAinul Yaqin yaitu Semua hal yang disaksikan dan dilihat dengan penglihatan mata.โ 3. Haqqul Yaqin Haqqul Yaqin keyakinan yang kita peroleh berdasarkan pengalaman sendiri. Jadi bukan hanya katanya. Bukan pula sekedar melihat. Namun benar-benar melakukan dan mengalaminya sendiri. ุญู ุงููููู ูู ู
ุง ุจุงุดุฑู ููุฌุฏู ูุฐุงูู ูุนุฑูู ุจุงูุงุนุชุจุงุฑ โHaqqul Yaqin yaitu Semua yang disentuh, didapati, dirasakan dan diketahui melalui pengalaman sendiri secara nyata.โ Baca juga Kaidah Fiqih 2 Keyakinan Tidak Bisa Dihilangkan oleh Keraguan *** Contoh 1 Api itu panas Ketika masih kecil kita memperoleh informasi, bahwa api itu panas. Api berbahaya. Bila tidak hati-hati, kita bisa celaka karenanya. Kita yakin bahwa informasi itu adalah benar, karena semua orang bilang demikian, meskipun kita belum pernah membuktikan sendiri. Keyakinan ini disebut ilmul yaqin. Keyakinan yang hanya berdasarkan informasi belaka. Suatu saat kita melihat tangan seorang teman terkena api, sehingga dia pun menjerit dan menangis kesakitan. Keyakinan kita pun bertambah. Ini disebut ainul yaqin. Karena kita sudah melihatnya sendiri. Kemudian suatu hari tanpa sengaja kulit tangan kita sendiri tersentuh api, dan kita pun merasa sangat kesakitan. Ini disebut haqqul yaqin. Keyakinan berdasarkan pengalaman sendiri. ** Contoh 2 Bebek Goreng Seorang teman dekat bercerita bahwa bebek goreng di Warung Simbok sangat enak dan spesial. Ilmu yaqin. Informasi terpercaya. Karena penasaran kita pun berkunjung ke warung itu. Di situ kita perhatikan pelanggan sangat banyak. Mereka makan dengan sangat lahap. Tidak ada sisa makanan yang tertinggal di piring. Kita pun semakin yakin. Jadi keyakinan kita pun bertambah. Ainul yaqin. Sudah lihat sendiri. Setelah pesanan datang, kita pun membuktikan sendiri nikmatnya sajian bebek goreng itu. Ternyata benar-benar nikmat dan istimewa. Bumbunya lengkap. Dagingnya juga terasa pas. Haqqul yaqin. Karena kita sudah membuktikan nikmatnya bebek goreng itu dengan lidah kita sendiri. Bukan cuma katanya orang. Bukan pula melihat tampilannya. Namun benar-benar merasakannya sendiri. ** Contoh 3 Kasih sayang orangtua Kita memperoleh informasi, bahwa kasih sayang orangtua kepada anaknya itu jauh lebih besar daripada kasih sayang anak kepada orangtuanya. Informasi ini kita peroleh dari berbagai sumber yang terpercaya. Sehingga kita pun menjadi yakin akan kebenaran informasi itu. Namun kita belum pernah melihat bukti real dari informasi itu. Maka informasi ini masuk kategori ilmul yaqin. Suatu hari kita menyaksikan berita di televisi akan kisah nyata tentang kasih sayang orangtua kepada anaknya. Atau kita menyaksikannya sendiri pada peristiwa sehari-hari. Yaitu kasih sayang orangtua sendiri kepada kita. Namun kita baru sebatas menerima, bukan memberi. Semua ini makin memperkuat keyakinan kita, sehingga menjadi ainul yaqin. Nah, apabila kita sudah berkeluarga. Punya suami atau istri sendiri. Kemudian sudah punya anak sendiri, maka kita pun akan sampai pada keyakinan dengan derajat haqqul yaqin. Di situlah kita baru bisa membuktikan sendiri, bahwa kasih sayang orangtua kepada anak itu jauh lebih besar daripada kasih sayang anak-anak kepada orangtua. Baca Juga Tiga Macam Kebenaran Pribadi, Musyawarah, Al-Haqq *** Hikmah Adanya beberapa istilah ini, kita bisa mengambil hikmah di antaranya adalah sebagai berikut โ Meskipun sudah sama-sama beriman dengan yaqin, kualitas amal manusia bisa berbeda-beda sesuai dengan tingkatan keimanan atau keyakinannya itu. โ Allah memberikan cobaan dan musibah kepada manusia, di antaranya untuk meningkatkan keyakinan dan keimanan. Supaya manusia memiliki pengalamannya sendiri. Bukan hanya melihat pengalaman orang lain, maupun informasi dari orang lain. โ Janganlah orang yang sudah sampai pada haqqul yaqin menuntut orang lain yang baru pada tahapan ilmul yaqin dan ainul yaqin untuk sama dengan dirinya. *** Kesimpulan Ilmul yaqin hanya kata orang, namun dari orang yang sangat kita percaya. Sehingga informasi itu membuat kita yakin. Tanpa keraguan sedikit pun. Ainul yaqin kita sudah lihat sendiri. Bukan lagi kata orang. Tambah yakin. Haqqul yaqin sudah merasakan sendiri. Keyakinan yang sempurna. *** Penutup Demikian sedikit penjelasan yang bisa kami sajikan berkaitan dengan istilah ilmul yaqin, ainul yaqin, dan haqqul yaqin. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama. Allahu aโlam. ___________________ Sumber Bacaan โ Ilmul-Yaqin wa Haqqul Yaqin wa Ainul-Yaqin. Syeikh Jamal bin Abdul Aziz ar-Rabiโi.
ilmu yakin kepada allah